Baluran

Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur, Indonesia dengan batas wilayah sebelah utara Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, Desa Wonorejo dan sebelah barat Sungai Klokoran, Desa Sumberanyar. Dengan kekayaan alam serupa Africa, pantas saja Taman Nasional Baluran memiliki julukan mini africa dari Indonesia.

Hulaaa Hoppers pasti tidak dapat menyangka, Taman Nasional Baluran memiliki umur lebih tua dari usia negara Indonesia jika dihitung dari hari kemerdekaan nya. Pasalnya, taman hutan wisata ini dibentuk pada tahun 1937 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Kala itu, Taman Nasional Baluran ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa dengan ketetapan GB. No. 9 tanggal 25 September 1937 Stbl. 1937 No. 544.

Baluran National Park, Taman Wisata Berlimpah Flora Fauna Sebelumnya, pada tahun 1928 seorang pemburu Belanda bernama AH. Loedeboer singgah di Baluran. Beliau adalah pemilik daerah konsesi perkebunan di Labuhan Merak dan Gunung Masigit. Dengan latar belakangnya ini, tak heran jika beliau menyadari bahwa kawasan Baluran memiliki peranan penting untuk melindungi satwa dan vegetasi yang banyak terdapat di area itu.

Dua tahun kemudian, Direktur Kebun Raya Bogor yang kala itu dijabat oleh KW. Dammerman mengusulkan perlunya Baluran untuk dijadikan sebagai hutan lindung. Hingga pada masa pasca kemerdekaan, Baluran ditetapkan kembali sebagai Suaka Margasatwa oleh Menteri Pertanian dan Agraria Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor. SK/II/1962 tanggal 11 Mei 1962. Dan akhirnya, bertepatan dengan hari Strategi Pelestarian se-Dunia pada tanggal 6 Maret 1980, Suaka Marga Satwa Baluran diresmikan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Informasi paket wisata yang keren dan hemat dapat dilihat di Syahrudin Tour

sumber : https://blog.jelaja.com/baluran-national-park-taman-wisata-berlimpah-flora-fauna/